Rotate Reference : Memutar Object Dengan Sudut Tertentu Pada AutoCAD

Ketika menggambar di autocad,  untuk memutar sebuah obyek dengan sudut yang sudah ditentukan, tentunya bukan hal sulit untuk dilakukan, tinggal klik tool rotate kemudian dengan sedikit taka-tiki (alias klik kiri – klik kanan mouse) serta memasukan besarnya sudut rotasi, maka  sim salabim…!!!  obyek sudah berputar sesuai dengan sudut yang ditentukan sebelumnya.

Contohnya seperti gambar dibawah ini.

Seandainya object kotak akan diputar mengikuti kemiringan dari objek line (garis), maka tinggal dicari berapa kemiringan (sudut) dari  object line tersebut, kemudian baru melakukan rotate pada object kotak sesuai dengan besarnya sudut dari object line tadi.

 

 

Rotate

(memutar object dengan rotate)

hmm,… kalau seperti ini mudah kan ?…smile_regular

 

rotate 5

 

Nah sobat,… sekarang bagaimana kalau sudut dari object line (garis) tersebut tidak diketahui. Apakah bisa kita memutar object kotak tersebut sesuai dengan sudut dari obejct line (garis), sehingga sisi bawah dari object kotak tepat menempel pada obejct line seperti pada gambar diatas ? smile_sad

apakah dengan cara mencoba-coba dengan memasukan sudut tertentu?

ya elah,… kalau pakai cara ini kelamaan, dan belum tentu sisi bawah kotak bertemu secara tepat (sejajar) dengan object line smile_sad

Lha terus bagaimana ?

Mudah saja kok,.. Kita pakai rotate reference! smile_omg

Caranya seperti ini :

 

1. Ketik “ro’” pada keyboard (tanpa tanda petik), kemudian tekan Enter.

2. Klik object kotak, kemudian klik kanan mouse, Lanjutkan dengan meng-klik tepat pada titik perpotongan (intersection) antara object garis dan object kotak (lihat gambar bawah).

 

Rotate2

3. Ketik “R” pada keyboard (tanpa tanda petik). Enter

4. Lanjutkan dengan klik kiri di titik 1, 2, dan 3

Rotate 3

 

Maka hasilnya sebagai berikut :

 

Rotate 4

hmmm,… mudah kan? 🙂

Catatan :

R = rotate reference

dengan menekan huruf “R” berarti object akan dirotasi dengan referensi sudut dari object lain. Ada dua hal yang harus diperhatikan sebelum kita melakukan rotasi reference ini. Yaitu object referensi dan object pereferensi. Object referensi adalah object yang akan diputar dengan referensi sudut dari object pereferensi. Sedangkan object pereferensi adalah object yang sudutnya akan dijadikan patokan dari object referensi.

Kalau dari gambar diatas, berarti object referensinya adalah object kotak, sedangkan object line (garis) adalah object pereferensinya. 🙂

Simple kan…

Jadi perhatikan betul2 dua hal tadi sebelum me-rotate reference sebuah object, perhatikan mana yang object referensi dan mana yang object pereferensi

 

Terus apa gunanya kita tahu rotate refence ? smile_nerd

Ya banyak gunanya, dan salah satunya adalah seperti dibawah ini, yaitu mengaplikasikan gambar denah ke layout (site plan)

 

 

layout 3 

(Site Plan)

 

denah 2

(Gambar Denah lantai 1)

 

layout 4

 

(Denah sesuai – site plan)

 

Sekian, dan semoga bermanfaat… smile_regular

Manajemen Gambar CAD dengan LAYERS II

Bekerja dengan banyak gambar di autocad tentunya akan sangat merepotkan jika dalam penggambarannya tidak diiringi dengan “manajemen gambar” yang baik.  maksud manajemen gambar dalam konteks ini adalah mengatur segala sesuatu (tools dan menu yang disediakan autocad) yang berguna untuk memudahkan penggambaran. Ada banyak cara dalam memanajemen gambar dalam AutoCAD, dan salah satunya cara dalam memanajemen gambar tersebut adalah dengan menggunakan “Manajemen Layer” .

Sebelum membahas tentang manajemen layer pada AutoCAD, ada baiknya perlu saya ulaskan sedikit mengenai layer itu sendiri. layer secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mengelompokan objek secara bersama-sama. Layer sendiri dapat diibaratkan sebagai suatu kertas yang tembus pandang, tiap-tiap kertas (layer) tersebut mempunyai karakteristik masing-masing. nah…taruhlah sekarang anda mempunyai  5 buah kertas (layer), dan katakanlah anda ingin menggambar sebuah  rumah pada kertas-kertas (layer) tersebut. Pada kertas pertama anda buat gambar atapnya, kemudian pada kertas kedua anda gambar dinding-dindingnya, pada kertas tiga anda buat gambar jendela dan pintunya, selanjutnya pada kertas keempat dan kelima masing-masing anda gambar teras dan taman-tamannya. Nah…jika kemudian kertas-kertas tembus pandang ini ditumpuk menjadi satu, maka akan menjadi satu kesatuan gambar yang disebut dengan gambar rumah. Sekarang timbul pertanyaan “ Lho kenapa harus pakai lima kertas gambar, kan pakai satu kertas gambar aja sudah cukup toh???”,

New Picture (32)

Jawabannya :

Disinilah letak penting layer, dia telah mengelompokan tiap objek pada kertas (layer) terdefinisi. Memang benar satu kertas saja sudah cukup untuk menggambar, tapi jika suatu ketika anda membutuhkan atau mau mengedit objek tertentu seperti gambar atap misalnya, maka ruang gambar anda akan terbatasi oleh objek seperti dinding, jendela, teras, dll yang seharusnya dapat anda matikan (off) atau dikunci (lock) jika anda menggunakan banyak kertas (layer). Jadi apabila kertas (layer) tertentu tidak ingin anda perlihatkan pada layar tampilan, maka setiap saat anda bisa membuat kertas (layer) tersebut menjadi lock (kunci), off (mati), atau freeze (bekukan/dimatikan). Inilah pentingnya penggunaan layer dan lebih-lebih lagi jika anda bekerja dengan banyak gambar (kompleks), maka pengunaan layer akan sangat berguna sekali.

   Beberapa Manfaat dari Layer

  1. Dengan semakin kompleksnya suatu gambar, maka layer yang berbeda dapat dihidup, dimatikan atau dikunci, sehingga penggambaran akan menjadi lebih mudah
  2. Elemen objek yang berlainan jenis dapat dibedakan dengan warna yang berlainan pula, sehingga pembedaan antar elemen objek satu dengan objek yang lainnya dapat dilihat dengan jelas
  3. Meningkatkan produktivitas gambar
  4. Dengan memanfaatkan layer, pada waktu akan mencetak gambar, dapat dipilih gambar tertentu yang dikehendaki saja.

Cukup mudah dipahami kan…..!, baik sekarang kita akan melanjutkan ke inti bahasan kita yaitu memanajemen gambar CAD dengan layer II. Kenapa disebut sebagai layer II, karena layer ini terletak pada customize-menu layer II pada menu tools di AutoCAD.

Manajemen Gambar CAD dengan LAYERS II

 layer II

Gambar diatas adalah tools dari Group Layers II, jika pada layar tampilan AutoCAD anda tidak ada, maka bisa dikeluarkan dengan cara klik kanan pada area kosong menu toolbar, kemudian pilih Layers II (lihat bagian yang saya lingkari pakai warna merah) pada gambar dibawah ini

menu layer

Klik Layers II, hingga muncul menu tools seperti ini :

layer II

Ada 10 tool pada menu tool layers II, dari kiri ke kanan adalah sebagai berikut :

  1. Layer Match
  2. Layer Change (Change to current layer)
  3. Layer Isolate
  4. Layer Unisolate
  5. Layer Copy Object (Copy object to new layer)
  6. Layer Walk
  7. Layer Freeze
  8. Layer OFF
  9. Layer Lock
  10. Layer Unlock

Adapun fungsi masing-masing tool, adalah sebagai berikut :

1. Layer match, berfungsi untuk mengganti layer dari objek yang terseleksi ke layer yang dikehendaki.

menu command : laymch

laymach Caranya : klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada keyboard      ‘laymch’     kemudian enter ) – klik kiri objek yang akan diganti layernya – tekan enter – tekan  ‘n’ pada keyboard – tekan enter – kemudian muncul kotak dialog ‘change to layer’ seperti gambar disamping, pilih layer yang anda kehendaki – klik OK. Maka secara otomatis layer dari objek tersebut telah berganti menjadi layer lain yang telah anda pilih.

 

 

2. Layer Change (Change to current layer), berfungsi untuk merubah layer dari objek yang terseleksi ke layer sekarang yang sedang aktif

menu command : laycur

Caranya : klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada keyboard   ‘laycur’  kemudian enter ) – klik kiri objek objek yang anda kehendaki – tekan enter, maka secara  otomatis layer objek tersebut akan berganti menjadi layer sekarang yang sedang aktif.

3. Layer Isolate, berfungsi untuk memisahkan layer dari object yang terseleksi terhadap layer object lain dengan cara me-locking (mengunci) objek yang tidak terseleksi tersebut. (nb : tool ini favorit saya kalau saya sedang mengerjakan gambar 3D he..he..he).

menu command : layiso

Caranya : klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada keyboard   ‘layiso’  kemudian enter ) – klik kiri objek yang anda maksudkan – tekan enter 2x, maka secara otomatis semua objek lain selain dari objek yang anda klik tadi, akan redup warnanya dan layernya terkunci otomatis, sehingga anda akan lebih mudah jika anda akan mengedit objek yang anda klik tadi. ( info lengkap mengenai tool ini, lihat ulasan saya disini )

4. Layer unisolate, berfungsi untuk mengembalikan semua layer yang terkunci, akibat penggunaan layer isolate

menu command : layuniso

Caranya : setelah penggunaan layer isolate, maka klik tool ini (atau anda bisa ketik pada keyboard   ‘layuniso’  kemudian enter ), maka secara otomatis semua layer yang terkunci akan normal kembali.

5. Layer Copy Object (Copy object to new layer), berfungsi untuk mengkopi satu objek atau lebih ke layer lain.

menu command : copytolayer

New Picture (30)Caranya : klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada keyboard      ‘copytolayer’     kemudian enter ) – klik kiri objek yang akan dicopy – tekan enter – tekan  ‘n’ pada keyboard – tekan enter – kemudian muncul kotak dialog ‘copy  to layer’ seperti gambar disamping, pilih layer yang anda kehendaki – klik OK – klik kiri basepoint dari objek tersebut – Copy ketempat yang anda inginkan. Maka secara otomatis layer objek baru hasil dari copy objek tadi  telah berganti layernya, ke layer baru yang telah anda kehendaki.

 

 

6.  Layer Walk, berfungsi untuk memeriksa objek berada pada layer yang mana

menu command : laywalk

Caranya : klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada keyboard      ‘laywalk’     kemudian enter ), kemudian akan muncul kotak dialog layer walk, dari sini anda bisa mengecek/menginvestigasi objek anda berada pada layer yang mana, silahkan dengan mengklik layer tersebut satupersatu, dan anda bisa melihat efek yang terjadi pada layar gambar anda, setiap anda memilih(mengklik) layer pada kotak dialog tersebut satu persatu.

7. Layer Freeze, berfungsi untuk menonaktifkan layer dari objek yang terseleksi atau yang anda kehendaki, dengan cara mem frozen (mematikan) layer tersebut.

menu command : layfrz

Caranya : klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada keyboard      ‘layfrz’     kemudian enter ), klik kiri objek yang akan anda frozen – kemudian enter, maka secara otomatis objek tersebut akan dihidden (disembunyikan), dan tidak itu saja semua objek lain yang memiliki layer yang sama seperti layer dari objek yang anda freeze ini juga otomatis akan dihidden juga.

8. Layer OFF, berfungsi untuk mematikan layer dari objek yang terseleksi atau yang anda kehendaki.

menu command : layoff

Caranya : klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada keyboard      ‘layoff’     kemudian enter ), klik kiri objek yang akan anda matikan (off) – kemudian enter, maka secara otomatis objek tersebut akan dimatikan (karena layernya di off kan), dan tidak itu saja semua objek lain yang memiliki layer yang sama seperti layer dari objek yang anda matikan ini juga otomatis akan dimatikan juga.

9. Layer Lock, berfungsi untuk mengunci layer dari layer objek yang terseleksi atau yang anda kehendaki

menu command : laylck

Caranya : klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada keyboard      ‘laylck’     kemudian enter ), klik kiri objek yang akan anda kunci (lock) – kemudian enter, maka secara otomatis objek tersebut akan dikunci (karena layernya terlocking), dan tidak itu saja semua objek lain yang memiliki layer yang sama seperti layer dari objek yang anda kunci ini juga otomatis akan dikunci juga.

10. Layer Unlock, berfungsi untuk membuka objek yang terkunci layernya, akibat penggunaan layerlock, atau layiso, ( khusus untuk layer yang terkunci akibat penggunaan layiso, karena layer yang dimatikan adalah semua layer yang tidak terpilih, maka untuk membukanya harus diklik satu persatu, maksudnya begini katakanlah objeknya ada empat dengan masing2 layer yang berbeda, semisal layer 1,2,3 dan 4. Jika anda akan me-layiso objek1(layer1) maka otomatis objek 2,3, dan 4 pasti akan terkunci karena layer 2,3, dan 4 nya dikunci. Kalau anda memakai layer unisolate, maka dengan sekali klik layer 2,3, dan 4 akan terbuka, tetapi apabila anda menggunakan layer lock, maka untuk membuka layer dari objek yang terkunci tadi anda harus mengklik satu persatu object 2,3, dan 4 ). Cukup mudah dipahami kan…! he..he..he

menu command : layulk

Caranya : klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada keyboard      ‘layulk’     kemudian enter ), klik kiri objek yang akan anda un-locking layernya

Oke..sekian dulu pembahasan mengenai layers II ini, dan untuk menajemen layer secara lanjut, Insya ALLAH  akan saya bahas pada posting berikutnya. sekian dan moga-moga bermanfaat

by : lutfi @ndrian (www.kampustekniksipil.co.cc)

LAYISO, memisah layer dengan cepat pada AutoCAD

Layiso atau lengkapnya Layer Isolate, adalah sebuah tool pada AutoCAD yang berfungsi untuk memisahkan layer suatu objek dengan cepat terhadap beberapa layer objek yang lain tanpa harus melakukan locking atau mematikan layer satu persatu

Jadi tinggal meng-klik tombol Layer Isolate, kemudian anda klik objek mana saja yang diperlukan atau mau diedit, maka objek yang lain akan terkunci secara otomatis (layernya ter-lock), sehingga proses pengeditan objek akan menjadi lebih mudah.

Layer Isolate terletak pada toolbar Layers II, nomor 3 dari kiri (lihat tool yang saya lingkari pakai warna merah)

layer isolate

Jika toolbar ini tidak aktif atau tidak muncul pada menu toolbar AutoCAD anda, anda bisa mengaktifkannya dengan mengklik kanan area kosong pada toolbar, kemudian pilih Layers II, namun jika anda tidak pengen direpotkan dengan hal seperti ini, maka anda cukup dengan mengetik   layiso    pada menu command.

Layer Isolate, akan sangat berguna sekali apabila anda bekerja pada gambar-gambar yang memiliki layer banyak (kompleks), sehingga dengan me-lock atau mematikan layer tertentu dari beberapa objek, tentunya akan sangat membantu dalam penggambaran.

Untuk lebih jelasnya, mari kita praktekan sekarang  :

Sebagai contoh perhatikan gambar detail tulangan sloof  dibawah ini.

layer isolate 11

dan ini adalah layer dari gambar diatas

layer isolateNah…katakanlah sekarang saya ingin mengedit sengkang dari sloof tersebut (lihat tanda panah merah pada gambar diatas) dan saya ingin mengunci layer objek lain selain layer sloof tersebut supaya lebih mudah dalam proses pengeditan. Pertanyaannya adalah, apakah kita harus masuk kekotak layer properties manager kemudian mengklik kunci layer tersebut satu persatu seperti gambar dibawah ini ?

layer isolate2 Cara seperti ini tidak salah tapi juga kurang efektif. Ada beberapa cara lain yang lebih cepet daripada cara seperti ini, salah satu cara tersebut adalah dengan menggunakan   ‘Layer Isolate’

Mau bukti ???!

1. Sekarang ketik     layiso      pada keyboard anda, kemudian enter

2. Klik kiri pada objek yang mau diedit (dalam hal ini objek sengkang)

3. tekan enter

layer isolate3

layer isolate4

Nah sekarang anda lihat, semua objek telah terkunci (warnanya berubah agak gelap), kecuali objek sengkang.

Untuk menormalkannya kembali, anda bisa ketik     layuniso    pada keyboard, kemudian tekan enter

(cat : berlaku untuk AutoCAD versi 2008 dan diatasnya, sedangkan untuk versi 2007 atau dibawahnya silahkan di cek sendiri he…he…he)

Semoga bermanfaat…………

TCASE, mutasi text dengan cepat pada AutoCAD

Didalam gambar kerja, kita sering menjumpai “Catatan Engineering” yang biasanya ditempatkan pada space kosong di area gambar. Letaknya bisa dipojok kanan atas, bisa dipojok kanan bawah atau juga bisa dibawah tergantung dari engineer (drafter) yang membuatnya. Contohnya seperti gambar berikut ini  :

Perhatikan bagian yang saya lingkari pakai warna merah 

text enginner 2

Kalau bagian “catatan engineer” yang saya lingkari pakai warna merah  tersebut saya zoom, hasilnya seperti ini :

 text enginner 1

huruf text yang digunakan berjenis CAPITAL semua alias hurufnya huruf besar. Nah…sekarang bagimana caranya merubah  text berhuruf CAPITAL tersebut menjadi berhuruf kecil semua tanpa harus bersusah payah mengedit dan mengetik ulang text tersebut ?.  

caranya mudah kok, cuman 3 langkah aja yang perlu kita lakukan kok.

 

 

1. Ketik     TCASE      pada keyboard, kemudian enter

2. Klik kiri pada text tersebut, kemudian klik kanan, hingga muncul pilihan seperti gambar dibawah ini

text engineer 33. Pada kotak TCASE-change text case,  pilih “Sentences case” kemudian klik “OK”.

Nah sekarang anda lihat ini, semua text telah ber ’mutasi’ ke huruf kecil (semula adalah berhuruf CAPITAL)

text engineer 4

Cukup mudah dipahami kan…..

Beda engineer (drafter), beda juga cara penggambaran kan……. (contohnya saya, drafter yang suka model tulisan yang minimalis… he…he…he kayak perumahan aja) …..Semoga bermanfaat!